Sarjana
tiga puluh enam puluh hari akan ada musim yang berganti mengepak kaus dan jeans kesayangan lengkap dengan sepatu kotor yang diperkosa alam detik yang saat ini ku alami sama pentingnya seperti detik si pelari maraton maupun si perenang handal pun wanita muda yang berlari-lari mengejar kereta nafas yang saat ini dirasakan selalu terasa seperti nafas terakhir yang Tuhan izinkan boleh berhembus tawa yang saat ini kusaksikan terasa seperti hal yang akan membuat ku rindu cinta yang saat ini kurasakan mungkin terasa seperti hal yang secepatnya berlalu sisa-sisa apa yang seharusnya ku rasakan biarkan aku rasakan itu sendiri yang juga jika kubagikan tak akan bisa mengurangi arti tiga puluh enam puluh hari akan ada musim yang berganti tiga puluh enam puluh hari jangan terlalu cepat pergi