THE MEANING OF SECOND CHANCE
They kissed again...
Djalin hari kedua
Manusia dan egoismenya yang selalu merasa kurang puas,
Djalin hari kedua
Manusia dan egoismenya yang selalu merasa kurang puas,
'hari ini lagi lah!!!!!!!!!'
seru semua bocah-bocah egois itu
karena hari pertama seru, kalo hari kedua ditambah, pasti jadi makin seru kan, ya?
Hari itu diawali dengan semakin normalnya hubungan kami berdua. Bangun, saya ditelfon, saya ditanya dimana dan dititipkan makananpun akhirnya dia belikan, kami makan hal yang sama, seekor ayam crispy dari rejected KFC yang saya juga lupa namanya apa dan sebuah nasi. Saya bilang saya sangat lapar dan dia blg
'lo bakal gua bikin kenyang pake telor yang bakal gw bikin buat lo!'
saya rasa itu semua cukup untuk membuat kesedihan saya semua pergi.
'YES! Normal lagi!' seru ku memulai hari itu
setelah seluruh situasinya canggung akhirnya ketemu titik terang juga~
Kami memulai malam itu dengan mencicipi telornya yang memang sungguh enak, lalu makan agar perjalanan minum alkohol nanti tidak terlalu cepat munte. Makananku hampir habis, makanannya habis banget. Kami kemudian berpindah tempat karena ruangan sudah semakin penuh manusia-manusia kuning dengan minuman anggur merah satu dus bermerk KOLOMBYUSH~
*sbnrnya saya tidak terlalu suka kelembus, tapi adanya itu saja, jadi yasudah, di bulan puasa ini memang sulit mencari alkohol hehe*
Kami minum.. semua orang minum.. manusia bodoh.. manusia kuning.. awalnya kami berpisah
Manusia bodoh asik bernyanyi kekinian
Manusia kuning asik bernyanyi dan memetik gitar
Orang yang baru-baru ketemu memang begitu, masih malu-malu padahal sama-sama ingin bernyanyi
Akhirnya manusia bodoh mencoba membaur, massa kami kalah jumlah! mau tak mau kami melayangkan bendera putih dan perlahan ke bawah. Wow, ternyata tidak sesampah itu! Bisa kok kami berbaur dengan manusia-manusia kuning. Kupikir hari itu juga akan menyenangkan
Aku melihat dipelupuk mata ku wanita bodoh mendekati seorang pria, asik menyambung kata tanda mengajak bibir hendak singgah. Gocek kanan, gocek kiri, sepertinya wanita bodoh tak mendapat izin mampir mencicipi bibir. Wanita bodoh sudah tak tahan! Sepertinya ada perasaan yang harus dihancurkan malam itu!
Mungkin malam itu dia melihat diriku dan dirinya, mungkin sedikit ada rasa cemburu didadanya, mungkin dia ingin mengatakan, tidak bisa!!! aku harus menghancurkan ini semua!! mereka tidak boleh bersama lagi!! aku bisa! aku bisa menghancurkan semuanya!!! aku dan egoisku! aku dan akal cerdikku, seru si wanita bodoh dalam hatinya menyusun rencana.
Wanita bodoh mulai berpindah jalur.. Mengikuti pria yang jauh lebih bodoh.
Mereka bertemu ditempat yang empuk, kasur besar berbalut selimut putih yang sangat nyaman.. pantas saja birahinya memuncak apalagi dengan bantuan satu dua botol alkohol. Wanita bodoh tidak begitu mabuk, pria bodoh ini.....selalu mabuk dan memang sangat bodoh..
Aku melihat semuanya.. aku melihat wanita ini tidur di pangkuan pria itu, pria yang sebenarnya masih mencuri hatiku. aku tak bisa bohong, aku memang menyimpan perasaan padanya, tapi aku tak ingin sama sekali memilikinya. Aku tau memilikinya adalah sebuah kesalahan, aku tau memilikinya adalah keajaiban, pada titik ini aku hanya ingin menyenangkannya saja! Saya sayang banget loh sama kamu pria bodoh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!~
ANYWAY hahah~!
Sembari kepalanya berlabuh pada pangkuan sang pria, pria ini mulai melayangkan tangannya di sekeliling pinggang wanita bodoh. Mesranya mereka berdua, berbicara sambil mengunci mata satu sama lain. Aku masih diluar dengan pandangan jelas melihat ke dalam... aku bisa! aku bisa!!! Aku bisa menahan semua ini. Tapi egoisku, aku sbnrnya belum siap melihat semua ini, aku akhirnya masuk dengan handphone ku, mengeluarkan aplikasi kamera dan menangkap momen mereka berdua
AKU INGIN MEREKA TAHU AKU MELIHAT SEMUANYA!!!
Wanita bodoh menghampiriku, ia minta maaf dan berkata mereka hanya ingin ngobrol saja. Aku berkata aku tak apa-apa, dengan harapan manusia-manusia bodoh itu mampu mengerti perasaanku. Aku menghela nafas panjang dan berusaha mengalihkan perhatianku selama 20-30 menit bernyanyi bersama manusia kuning..
Rasanya hitungan menit seperti hari, bahkan tahun. Menunggu salah satu dari manusia bodoh untuk keluar kamar agar hatiku tenang adalah satu-satunya yang terbersit dipikiranku. Telah lama waktu berlalu, aku sudah tidak tahan lagi. Aku akhirnya masuk kembali ke ruang kecil itu dan mendapati tak ada sepasang kepala manusia bodoh. Aku bertanya pada sekitar, dimana.. dimana..
Mereka hanya menganga dan menunjuk ke arah kamar mandi yang tertutup dan terkunci.
Hatiku..
dimana hatiku...
ku rasa hilang saat itu, jatuh ke tanah dikubur rasa benci
Aku masih mencoba bernyanyi bersama temanku si tomat, aku memeluknya dan berkata aku tak mampu. Akhirnya tomat mengajakku untuk memisahkan diri dan meluapkan isak tangisku. Terima kasih tomat.
Setibanya aku di tempat lain yang sama empuknya, aku mendengar suara beberapa hentak kaki manusia yang berjalan cepat. Aku melihat 4 manusia yang juga cukup bodoh, berlari menghampiriku.
Disitu..
Disitu detik aku merasa.. Masih ada cinta yang singgah untuk saya..
Mungkin memang bukan dari orang yang diinginkan
Bukan dari orang yang didambakan
Tapi sampai kapan kamu mau memaksa orang itu mencintaimu? dengan cara yang kau mau?
Tak akan pernah sampai pada titiknya, tak juga akan natural perasaannya
Kau tak bisa paksakan perasaan itu
Cepatlah fokuskan pikiranmu pada manusia yang memang benar mencintaimu dan menyayangimu, dengan cara yang kau mau.... Tak banyak waktu ini, tak banyak juga ruang perasaan dan pikiranmu, untuk terus memikirkan seseorang yang bahkan tak ingat warna bola matamu
Selamat tinggal, pria bodoh favorit.
S***D!
Komentar