Sarjana

tiga puluh enam puluh hari
akan ada musim yang berganti
mengepak kaus dan jeans kesayangan
lengkap dengan sepatu kotor yang diperkosa alam

detik yang saat ini ku alami sama pentingnya
seperti detik si pelari maraton
maupun si perenang handal
pun wanita muda yang berlari-lari mengejar kereta
nafas yang saat ini dirasakan
selalu terasa seperti nafas terakhir yang Tuhan izinkan boleh berhembus
tawa yang saat ini kusaksikan
terasa seperti hal yang akan membuat ku rindu
cinta yang saat ini kurasakan
mungkin terasa seperti hal yang secepatnya berlalu
sisa-sisa apa yang seharusnya ku rasakan
biarkan aku rasakan itu sendiri
yang juga jika kubagikan tak akan bisa mengurangi arti

tiga puluh enam puluh hari
akan ada musim yang berganti
tiga puluh enam puluh hari
jangan terlalu cepat pergi



Komentar

Postingan populer dari blog ini

senyoRRRRRR

opini si CITRA